1. Pengertian Sistem Digital
Sistem digital adalah suatu sistem yang berfungsi untuk mengukur suatu nilai
atau besaran yang bersifat tetap atau tidak teratur dalam bentuk diskrit berupa
digit – digit atau angka – angka. Misalnya bilangan integer atau pecahan.
2. Gerbang Logika
Gerbang Logika adalah Suatu rangkaian logika dengan satu keluaran dan satu
atau beberapa masukan ; sinyal keluaran hanya terjadi untuk kombinasi–
kombinasi sinyal masukan tertentu (logiika 0 atau logika 1).
3. Penyederhanaan Rangkaian Logika
4. Decoder
Decoder adalah rangkaian digital yang dapat mengubah bilangan biner menjadi
bilangan desimal, dimana rangkaian ini akan menghasilkan output high (1) pada
jalur yang sesuai dengan yang ditunjuk oleh selector.
Artinya input decoder merupakan bilangan biner, dan outputnya pun berbentuk
biner. Namun akan menunjukkan bilangan decimal, yaitu menentukan ouput
manakah yang aktif (Y0, Y1, Y2, atau Y3).
5. Encoder
Encoder adalah rangkaian digital yang dapat mengubah bilangan desimal menjadi
bilangan biner.
6. Multiplexer
Multiplexer adalah suatu rangkaian digital yang mempunyai beberapa line input
dan satu line output. Input ditentukan oleh selector. Rumus jumlah input = 2n.n
menunjukkan jumlah selector.
Contoh rangkaian multiplexer dengan 2 selector dan 4 input.
7. Demultiplexer
Demultiplexer adalah suatu rangkaian digital yang hanya mempunyai 1 line input
dan beberapa line output. Sama seperti multiplexer output ditentukan jumlah
selector. Rumus jumlah output = 2n.
8. Komparator
Comparator adalah rangkaian digital yang berfungsi untuk membandingkan suatu
signal baik AC atau DC dengan menggunakan referensi (besarnya perbedaan
signal).
Comparator memiliki 3 kondisi, yaitu ; A > B, A < B, dan A = B.
9. Flip-Flop
Rangkaian logika dikelompokkan dalam 2 kelompok besar, yaitu rangkaian logika
kombinasional dan rangkaian logika sekuensial. Bentuk dasar dari rangkaian
logika kombinasional adalah gerbang logika dan rangkaian logika sekuensial
adalah rangkaian flip-flop. Rangkaian logika sekuensial sangat bermanfaat karena
karakteristik memorinya.
Flip-flop juga di sebut kancing, multivibrator bistabil atau biner, yaitu
multivibrator yang keluarannya berupa suatu tegangan rendah (0) atau tinggi
(1), selama belum ada masukan yang merubah keadaan tersebut. Rangkaian
yang bersangkutan harus di drive oleh satu masukan yang di sebut pemicu
(trigger), keadaan tersebut akan berubah kembali bila ada masukan pemicu lagi.
Flip-flop di interkoneksikan untuk membentuk rangkaian logika sekuensial untuk
penyimpanan, pewaktu, penghitung dan pengurutan (sequencing).
Berdasarkan cara penyimpanannya flip-flop dapat di golongkan atas :
RS flip-flop
JK flip-flop
D flip-flop
T flip-flop
Master-slave flip-flop
10. Counter
Counter adalah rangkaian logika yang dapat menghitung banyaknya detak
pulsa dalam waktu yang tersedia. Counter merupakan rangkaian pengurut
karena membutuhkan karakteristik memori dan yang memegang peranan
adalah clock. Counter merupakan rangkaian sekuensial yang dirancang
menggunakan rangkaian Flip – Flop.
untuk lebih lengkapnya :
Download file pdf DISINI
Download PowerPoint DISINI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

6 komentar:
thanks gan ditunggu posting selanjutnya...............
makasih gan....ditunggu postingan selanjutnya
siiiieeppp......lengkap banget nie yc......
tengkiu pak boss....sangat membantu...sekalian nambah ilmu...hehhehehehe
ok brow info nya bermanfaat
tak tunggu posting selanjut nya
siiP dah....
aku tambah cinta !!!
tambah pinter ae...
hoHo...
Posting Komentar